ads

Slider[Style1]

Berita Utama Kodim 0308 Pariaman

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

LINK




KODAM I/BB TNI TNI-AD TNI-AU
TNI-AL DEPHAN




TOBA GO GREEN
KOREM 022 PANTAI TIMUR
KOREM 023

KOREM 033

KOREM 032 WIRA BRAJA
KOREM 031 WIRA BIMA

padangmedia.com - PARIAMAN – Setelah tiga tahun berlalu pasca gempa 7,9 SR yang meluluhlantakkan sebagian daerah di Sumatear Barat pada 30 September 2009, ada sedikit kekhawatiran dari penggiat Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Karena, biasanya masyarakat menjadi lengah ketika tidak ada lagi getaran gempa dirasakan dan akan kembali panik jika gempa besar kembali terjadi.

Karena itu, Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) berupaya untuk selalu membuat program-program berkesinambungan. Baik untuk pendampingan komunitas dan sekolah ataupun mendukung program-program pemerintah. Terutama mendorong lahirnya kebijakan atau mempercepat implementasi sebuah kebijakan.



Direktur Eksekutif Kogami, Patra Rina Dewi, MSc di kantornya yang baru di Jalan Belanti Raya No. 70 Padang, Rabu (4/4) mengatakan, dalam waktu dekat, Kogami bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman akan melaksanakan pelatihan untuk tim SAR dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi.

Tak tanggung-tanggung, pelatih didatangkan dari Perancis dengan memakai modul berstandar Insarag (International Search and Rescue Standard Advisory Group). Menurut Patra, kerjasama itu merupakan inisiatif dari Pompiers Urgence De L’Urgence Internationale (PUI), sebuah LSM dari Perancis.

PUI ikut memberikan bantuan pada saat gempa 2009 dengan menurunkan tim SAR melalui Posko Satlak di kantor Bupati. Namun, sama seperti penggiat kebencanaan lainnya, PUI berpikir untuk keselamatan masyarakat jangka panjang melalui edukasi. Maka, salah seorang anggota Tim – Philip Besson kembali menghubungi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan menawarkan serangkaian pelatihan; untuk tim SAR, masyarakat dan siswa sekolah.

Pelatihan tim SAR lebih difokuskan untuk menghasilkan instruktur yang mampu melatih lebih banyak lagi tenaga lokal untuk menjadi tenaga penolong yang handal. Pelatihan yang akan dilakukan berupa penyelamatan korban dari reruntuhan bangunan, pertolongan medis, manajemen logistik, kepemimpinan, membangun kekuatan tim dan pengoperasian alat-alat SAR secara cepat, tepat dan efektif.

Dari pengalaman 30 September diketahui bahwa belum semua anggota yang tergabung dalam Tim SAR memahami cara penyelamatan korban. Apalagi, penyelamatan korban di antara reruntuhan sehingga dikhawatirkan jumlah korban jiwa bisa bertambah bila mendapatkan pertolongan yang tidak sesuai dengan standar.

Pelatihan untuk SAR ini akan diikuti oleh peserta utusan dari Dinas Kebakaran, Dinas Kesehatan, PMI, Dinas Sosial, RAPI, Kodim, Kelompok Siaga Bencana (KSB) masyarakat dan lembaga terkait lainnya, sebanyak 40 orang. Sementara, pelatihan untuk masyarakat, guru dan siswa sekolah lebih difokuskan pada cara menyelamatkan diri di saat gempa terjadi.

PUI membawa earthquake simulator (alat simulasi gempa) dan menyiapkan juga sirkuit untuk penjelasan dan tanya jawab seputar bencana gempa serta mempraktekkan cara penyelamatan diri. Khusus untuk pelatihan kesiapsiagaan, pelatih dari PUI akan bekerjasama dengan pelatih dari KOGAMI.

Menurut team Leader PUI, Alan Choplain, jumlah pelatih yang akan diturunkan berjumlah 5 orang. Kegiatannya sendiri akan berlangsung dari tanggal 8 hingga 15 April. Penginapan dan kebutuhan tim PUI selama kegiatan berlangsung akan difasilitasi oleh Pemkab Padang Pariaman. (rin/rel)

Sumber :
http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=73070

About attayaya

Official Website Kodim 0308 Pariaman.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
admin

Top