ads

Slider[Style1]

Berita Utama Kodim 0308 Pariaman

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

LINK




KODAM I/BB TNI TNI-AD TNI-AU
TNI-AL DEPHAN




TOBA GO GREEN
KOREM 022 PANTAI TIMUR
KOREM 023

KOREM 033

KOREM 032 WIRA BRAJA
KOREM 031 WIRA BIMA


Kabupaten Padang Pariaman - Meski kemajuan jaman begitu pesat terhadap bahan bangunan yang semakin modern, namun ada juga masyarakat yang tetap menekuni pembuatan bahan bangunan dari alam, salah satunya atap daun rumbia. Tak bisa dipungkiri daya saing membuat para penganyam atap daun rumbia tradisonal mengalami penyusutan penjualan seiring dengan berjalannya waktu, kian hari makin sedikit, baik penganyam maupun penjual.

Dimungkinkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu, keadaan cuaca kurang memungkinkan, bahan pengolahan, kurangnya peminat dikarenakan daya saing.

Meski begitu, bagi Jusmarni adalah salah satu pengrajin sekaligus penjual di Kampung Korong Gantiang Subarang Nagari Kapalo Koto Kecamatan Nan Sabaris kabupaten Padang pariaman masih tetap bertahan hingga kini, bahkan sudah menjalaninya bertahun-tahun.

Kepada Babinsa dia mengatakan bahwa untuk saat ini permintaan konsumen meningkat dikarenakan ada agenda masyarakat yang kurang mampu membangun tidak sanggup beli seng terpaksa.memakai atap rumbiah .

"Dimana semua stand harus mengunakan atap daun rumbia. Namun setelah selesainya kegiatan ini, maka kembali seperti semula, karena faktor daya saing," ujarnya.


Lebih lanjut disampaikan, dirinya juga sudah puluhan tahun mengerjakan kerajinan anyaman atap rumbia ini, mulai tahun 1985 dengan  harga penjualan Rp 1500.

"Adapun bahan yang dibutukan adalah bambu patung, pengikat anyaman (Ginto) dan daun rumbia. Jika bahan-bahan ini lengkap, baru dikerjakan, dan walaupun ada bahan, kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan, tidak bisa juga,” tandasnya.

Dijelaskannya, untuk mengerjakan 15 lebar/hari atap bisa berlangsung selama dua hari dan dijual Rp 4.000/ daun, untuk sekarang ini. Itupun kalau pengarajin yang lihai menganyam.

"Berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan pengrajin anyaman tradisonal agar tidak punah. Sebab pekerjaan ini merupakan warisan nenek moyang kita," tambahnya.

About Website Kodim Pariaman 0308

Official Website Kodim 0308 Pariaman.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
admin

Top