ads

Slider[Style1]

Berita Utama Kodim 0308 Pariaman

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

LINK




KODAM I/BB TNI TNI-AD TNI-AU
TNI-AL DEPHAN




TOBA GO GREEN
KOREM 022 PANTAI TIMUR
KOREM 023

KOREM 033

KOREM 032 WIRA BRAJA
KOREM 031 WIRA BIMA


PAUH KAMBAR - Kegiatan basapa yang merupakan wisata sejarah Islam tidak asing lagi bagi masyarakat setempat, Ulakan Tapakis Pariaman khususnya. Setiap tahun, setelah tanggal 10 Syafar masyarakat Pariaman selalu memperingati meninggalnya Syeh Burhanuddin yang dikenal dengan sebutan "Basapa". Di namakan dengan Basapa karena kegitan ini hanya dilaksanakan pada bulan Safar Tahun Hijriah.

Babinsa Koramil 07/Pk Kopda Yendrizal dan Praka Romi Reviyanto selalu memantau perkembangan Tradisi Basapa adalah kegiatan ziarah ke Makam Syekh Burhanuddin yang berada korong Kramat Jaya, Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Rabu 7 Oktober 2020.

Kata "Basapa" sendiri diambil dari kata "Safar" yang merupakan nama bulan dalam kalender Hijriah Tradisi Basapa biasanya dilaksanakan pada tanggal 10 Safar atau pada hari rabu minggu kedua dan minggu ketiga bulan Safar. Basapa ini dilakukan masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih terhadap Syekh Burhanuddin atas jasanya mengembangkan ajaran Islam di Minangkabau. 


Tarekat Syatarriah yang dibawa Syekh Burhanuddin mendapat tempat di hati masyarakat Minangkabau pada waktu itu, sehingga berkembanglah agama islam di Ranah Minang. Tanggal 10 Safar sendiri diyakini sebagai hari dimana meninggalnya Syekh Burhanuddin yaitu 10 Safar 1111 H/1691 M. Makam Syekh Burhanuddin Basapa ini diadakan sebanyak dua kali, yaitu Sapa Gadang dan Sapa Ketek. Sapa Gadang diadakan pada minggu kedua bulan Safar.

Pada kesempatan Sapa gadang, diperuntunkan untuk masyarakat dari daerah Darek. Jumlah penziarah pada saat ini berkisar hingga ribuan orang, sehingga menutup badan-badan jalan di Nagari Ulakan. Dengan kondisi yang penuh sesak ini seakan menambah semangat dan keyakinan penziarah untuk melaksanakan ritual keagamaan Basapa. Selama 3 hari inilah daerah ulakan yang berdekatan dengan pantai selalu ramai oleh penziarah dan pengunjung. Beberapa paham menyebutkan diantaranya De Joeng mengatakan daerah Minang Kabau terdiri dari dua lingkungan wilayah, yaitu Minang Kabau asli yang disebut juga dengan Darek, yang terdiri dari tigo luhak : Luhak Nan Tigo, Luhak Agam, Luhak Tanah Datar dan Luhak Limo Puluah Koto. Sapa ketek dilaksanakan pada minggu ke 2 setelah Sapa gadang.


Pada saat Pandemi Covid-19 ini pengunjung lebih sepi  dari pada tahun tahun sebelum nya karna tahun ini Basapa di tiadakan tapi para peziarah yang terlanjur datang tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan tidak berkerumun ziarah ke makam Syekh Burhanudin. karena umumnya pengunjung berasal dari daerah pariaman dan juga pengunjung pada Sapa Gadang juga melakukan ziarahnya untuk ke dua kalinya. 

Oleh karena itu, dinamailah sapa ini dengan sapa ketek, sebab hanya diperuntukkan untuk masyarakat Pariaman, tapi tidak tertutup kemungkinan bagi masyarakat dari Darek, sehingga penziarah lebih ramai dari pada Sapa Gadang. Proses Basapa biasanya diawali dengan tiga kegiatan yaitu pertama mendatangi Masjid Tuo tempat Syekh Burhanuddin mengajari ilmu agama Islam. Kegiatan kedua yaitu dengan mendatangi barang-barang peninggalan Syekh Burhanuddin dan yang ketiga melakukan ziarah ke makam syekh tersebut di Ulakan Tapakis.

About Website Kodim Pariaman 0308

Official Website Kodim 0308 Pariaman.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
admin

Top