ads

Slider[Style1]

Berita Utama Kodim 0308 Pariaman

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

LINK




KODAM I/BB TNI TNI-AD TNI-AU
TNI-AL DEPHAN




TOBA GO GREEN
KOREM 022 PANTAI TIMUR
KOREM 023

KOREM 033

KOREM 032 WIRA BRAJA
KOREM 031 WIRA BIMA


PAUH KAMBAR - Di Sumatera Barat, monyet berekor pendek atau  beruk ini, dipelihara dan dilatih untuk memetik kelapa di pohon yang memiliki ketinggian rata-rata 20 hingga 35 meter.

Dalam kesempatan ini, Babinsa Koramil 07/Pauh Kambar Kodim 0308/Pariaman Serda Zaenal Aripin Komunikasi Sosial (Komsos) dengan tukang panjat pohon kelapa yang menggunakan jasa seekor  beruk di Nagari Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman. (Kamis, 19/11/2020).

Dengan “teknik khusus”, beruk bisa memetik kelapa dengan cepat, menurunkan kelapa dari pohon sesuai permintaan tuannya, baik kelapa tua maupun muda.

Menurut pandangan Babinsa "Saya tidak melihat ada yang sampai menyiksa. Hanya memberi pelajaran agar nurut. Karena inikan menyangkut keahlian si beruk membedakan mana kelapa tua dan mana yang muda,” ungkap Serda Zaenal Aripin. 


“Butuh waktu enam bulan untuk melatih beruk. Bahkan, ada yang sampai setahun,” kata pak Puardi, pelatih beruk yang tinggal di Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman,

Armen mencari beruk liar dengan membeli di pasar hewan di daerahnya. Harganya bervariasi, antara Rp400 ribu hingga Rp2 juta, tergantung usia dan keahlian.

Menurut Pak Puardi untuk menjinakkan seekor beruk hingga bisa diperintah memetik buah kelapa, bukan perkara mudah.

Setiap hari, beruk liar muda harus dikenalkan dengan pohon dan buah kelapa. Tak hanya itu, makanan hingga vitamin harus benar-benar diperhatikan, ujarnya.

Ada beberapa tahapan harus dilalui. Pertama, beruk diperkenalkan kelapa dan pohonnya. Lalu, diajari membedakan antara kelapa muda dengan buah tua.

Beruk yang sudah terlatih, dalam sehari bisa memetik sekitar 100 kelapa. Beberapa warga juga menyediakan jasa beruk untuk memetik kelapa.

Beruk yang sudah ahli bisa dijual lagi jika ada peminat, dengan harga tinggi.

“Beruk yang sudah profesional, harganya bisa mencapai Rp8 juta - Rp10 juta per ekor,” tutur Pak Puardi

“Terpisah dari induk dan koloninya sudah merupakan bentuk penyiksaan terhadap hewan, apalagi sampai bertindak kekerasan yang menyebabkan anak monyet terluka dan sakit,” katanya.

Namun, Armen  tak menampik jika usaha penjualan dan jasa pemakaian beruk di Pariaman membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Banyak yang mampu menghidupi keluarga bahkan membiayai pendidikan anaknya hingga perguruan tinggi,” katanya.


About Website Kodim Pariaman 0308

Official Website Kodim 0308 Pariaman.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
admin

Top