ads

Slider[Style1]

Berita Utama Kodim 0308 Pariaman

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

LINK




KODAM I/BB TNI TNI-AD TNI-AU
TNI-AL DEPHAN




TOBA GO GREEN
KOREM 022 PANTAI TIMUR
KOREM 023

KOREM 033

KOREM 032 WIRA BRAJA
KOREM 031 WIRA BIMA


 PARIAMAN - Berburu merupakan salah satu kegiatan masyarakat yang telah berlangsung sejak zaman dahulu. Padazaman dahuluberburu merupakan mata pencaharian, salah satu kegiatan berburu yang masih dilakukan masyarakat dari dulu sampai sekarang adalah berburu babi. Sebenarnya hampir terdapat pada semua masyarakat yang tertinggal di pedesaan yang berbatasan langsung dengan daerah areal hutan, bagi masyarakat di Minang Kabau, tujuan dan fungsinya adalah untuk membantu para petani memberantas babi hutan guna melindungi usaha-usaha para petani di kawasan areal pertanian mereka, hasil buruan yang didapat bukan untuk dikomsumsi, akan tetapi hanya diberikan kepada binatang pemburu mereka yaitu anjing.

Babinsa Koramil 01/Pariaman Kodim 0308/Pariaman bersama Sejumlah Komonitas Buru Babi ikut memonitoring kegiatan berburu Babi di Desa Rambai Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman, Kamis (21/01/2021).

Berburu babi di Minangkabau sudah dilakukan oleh nenek moyang orang Minangkabau kususnya di Kota Pariaman untuk mengatasi Hama Babi bagi kaum Petani supaya meningkatkan hasil atau Produksi Pertanian di Desa Rambai. 

 Sekarang kegiatan ini talah menjadi tradisi yang secara turun temurun menjadi salah satu bentuk permainan rakyat. Ini terungkap dari pepatah masyarakat Minangkabau yaitu “  Berburu Babi Suntiang Niniak Mamak Pamenan Dek Nan Mudo Dalam Nagari”.

Makna dari pepatah tersebut adalah kebanggaan bagi niniak mamak dan salah satu permainan bagi kaum muda. Penggemar permainan ini begitu banyak, berasal dari berbagai lapisan sosial ekonomi yang ada di masyarakat, meliputi kalangan atas sampai kalangan bawah, baik pedagang, pegawai, pensiunan, petani, bahkan para pelajar juga terlibat dalam tradisi ini. Bahkan sekarang tidak hanya orang-orang yang berada di desa saja yang gemar melakukan tradisi buru babi, tetapi orang-orang yang bertempat tinggal di kotapun terlihat aktif melakukan kegiatan tersebut.


Berburu tidak hanya dinikmati oleh para peserta buru babi saja, tetapi juga oleh masyarakat warga desa dimana kegiatan berburu babi ini dilakukan. Misalnya para warga yang hidup dari bertani di desa, mereka sangat tertolong dari serangan hama babi hutan atau para pedagang dari desa lain memanfaatkan situasi itu untuk bertransaksi dagang hasil-hasil bumi.  

Sementara fungsi-fungsi Iainnya seperti olahraga dan rekreasi merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya apalagi bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan. Mereka menjadikan ajang buru babi ini untuk menghilangkan kejenuhan dan lelah dari pekerjaan. Diakui oleh mereka yang terlibat dalam kegiatan ini dimana tradisi ini bagi mereka memiliki kesenangan tersendiri. Terlepas dari semua itu tradisi berburu babi yang telah berlangsung dari generasi kegenerasi dan terus berkembang dari segi pelaksanaan maupun fungsi-fungsi yang ada di dalamnya dapat dipandang sebagai pelestarian nilai-nilai budaya yang harus dipertahankan.

Babinsa sebagai Aparat Teroterial sangat mendukung kegiatan tersebut agar masyarakat merasa senang karena hasil produksi Pertanian meningkat serta bisa terciptanya Ketahanan Pangan di Wilayah Binaan.

 

About Website Kodim Pariaman 0308

Official Website Kodim 0308 Pariaman.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
admin

Top