ads

Slider[Style1]

Berita Utama Kodim 0308 Pariaman

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

LINK




KODAM I/BB TNI TNI-AD TNI-AU
TNI-AL DEPHAN




TOBA GO GREEN
KOREM 022 PANTAI TIMUR
KOREM 023

KOREM 033

KOREM 032 WIRA BRAJA
KOREM 031 WIRA BIMA

Sejarah Komando Daerah Militer I Bukit Barisan

Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (sering disingkat Kodam I, Kodam Bukit Barisan, Kodam I/Bukit Barisan atau Kodam I/BB), dulunya bernama Komando Daerah Militer II/Bukit Barisan, merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau. Pangdam I/Bukit Barisan yang sekarang menjabat adalah Mayjen TNI Leonardus JP Siegers (mantan Kasdam V/Brawijaya), menggantikan Mayjen TNI Noer Moeis yang diangkat sebagai Irjen Dephan RI.





SEJARAH

Pada 30 September 1945, pemuda-pemudi yang mencintai Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 membentuk organisasi-organisasi massa. Seperti di Aceh berdiri Ikatan Pemuda Indonesia (IPI), di Medan Barisan Pemuda Indonesia (BPI), di Sumatera Barat, Pemuda Republik Indonesia (PRI) dan di Riau Pemuda Indonesia (PI). Organisasi-organisasi massa yang banyak berdiri itulah di antaranya menjelma menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

PEMBENTUKAN TKR

Tanggal 10 Oktober 1945 di daerah Sumbagut secara resmi terbentuk TKR, tanggal 12 Oktober 1945 di Aceh TKR Divisi V, tanggal 10 Oktober 1945 di Sumatera Timur TKR Divisi IV, tanggal 10 November 1945 di Tapanuli Divisi VI dan tanggal 1 Januari 1946 di Sumatera Tengah (Sumbar-Riau) TKR Divisi III. Pada tanggal 13 Desember 1949 dibentuk Komando Tentara Teritorium Sumatera Utara (KO TT-SU), yang wilayahnya meliputi: Aceh, Sumatera Timur dan Tapanuli.

KO TT-I/SU

Berdasarkan Penetapan Kasad No: 83/Kasad/Pnt/1950 tanggal 20 Juni 1950 Komando Tentara Teritorium Sumatera Utara (KO TT-SU) diubah menjadi Komando Tentara Teritorium-I Sumatera Utara (KO TT-I/SU) dan wilayahnya meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau.

Tanggal 20 Juni 1950 inilah ditetapkan sebagai Hari Jadi Kodam I/Bukit Barisan yang dikuatkan dengan ST Kasad No:ST/636/V/1986 tanggal 20 Mei 1986. Berdasarkan Penetapan Panglima KO TT-I/SU Nomor : 247/V/ORG/1951, selanjutnya tanggal 21 Juni 1951 KO TT-I/SU berubah menjadi KO TT-I/Bukit Barisan (KO TT-I/BB), sedangkan wilayahnya sama dengan KO TT-I/SU.

KO TT-I/BB membawahi 4 Resimen Infanteri, yaitu :
  1. Resimen Infanteri 1 di Aceh,
  2. Resimen Infanteri 2 di Sumatera Timur,
  3. Resimen Infanteri 3 di Tapanuli dan
  4. Resimen Infanteri 4 di Sumatera Barat-Riau.

Tanggal 27 Desember 1956 Resimen Infanteri 1 Aceh dan 4 di Sumatera Barat-Riau dipisahkan dari KO TT-I/BB dan selanjutnya masing-masing berkembang menjadi Komando Daerah Militer (KODAM). Di Aceh dibentuk Kodam I/Iskandar Muda, di Sumatera Barat-Riau dibentuk Kodam III/17 Agustus dan KO TT-I/BB berubah menjadi Kodam II/Bukit Barisan.

PENGGABUNGAN KODAM

Berdasarkan Perintah Operasi Kasad No:011/1984 tanggal 22 september 1984 tentang Reorganisasi TNI-AD yang kemudian disempurnakan dengan Surat Telegram Kasad No:STR/430/1984 tanggal 21 Oktober 1984 dan STR/603/1984 tanggal 28 Desember 1984, jumlah Kodam yang ada dikurangi menjadi 10 Kodam. Kodam I/Iskandar Muda, Kodam II/Bukit Barisan dan Kodam III/17 Agustus dilikuidasi atau dikurangi.

Ketiga Kodam tersebut dijadikan satu dengan nama Kodam I/Bukit Barisan dan wilayahnya meliputi : Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau.

Atas dasar itu, Kodam I/BB saat itu telah membawahi 6 buah Korem, yaitu Korem 011/Lilawangsa di Lhokseumawe, Korem 012/Teuku Umar di Banda Aceh, Korem 022/Pantai Timur di Pematang Siantar, Korem 023/Kawal Samudra di Sibolga, Korem 031/Wira Bima di Pekanbaru, Korem 032/Wira Braja di Padang.

PEMBENTUKAN KEMBALI KODAM ISKANDAR MUDA

Dan mulai dari 5 Februari 2002 lalu, atas kebijakan pemerintah Kodam Iskandar Muda dinyatakan berdiri kembali dan membawahi 2 Korem yakni Korem 011/Lilawangsa dan Korem 012/Teuku Umar.

Korem di bawah Kodam I/Bukit Barisan

Sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat ( KASAD ) Nomor : Kep / 67 / XII / 2005 tanggal 30 Desember 2005 telah dibentuk Korem 033/Wira Satya Kodam I/BB, dengan demikian Korem yang berada di bawah Kodam I/BB menjadi 5 Korem yaitu :

  1. Korem 022/Pantai Timur berkedudukan di Pematang Siantar membawahi 5 Kodim, 85 Koramil dan 3 Yonif (Yonif 121/MK, Yonif 122/TS dan Yonif 126/KC).
  2. Korem 023/Kawal Samudra berkedudukan di Sibolga membawahi 6 Kodim , 75 Koramil dan 2 Yonif (Yonif 123/RW dan Yonif 125/SMB)
  3. Korem 031/Wirabima berkedudukan di Pekan Baru, Riau membawahi 5 Kodim, 50 Koramil, 2 Yonif (Yonif 132/BS), Yon Arhanuse-13/Pekanbaru dan Denrudal 004 Dumai.
  4. Korem 032/Wirabraja berkedudukan di Padang, Sumatera Barat membawahi 9 Kodim, 83 Koramil dan 2 Yonif (Yonif 131/BRS dan Yonif 133/YS) serta Den Zipur-2.
  5. Korem 033/Wira Pratama yang berkedudukan di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dengan membawahi 4 Kodim.(Yonif 134/TS)
Satuan-satuan lainnya di bawah Kodam I/Bukit Barisan

Batalyon yang ada :

  1. Yonif 121/Macan Kumbang
  2. Yonif 122/Tombak Sakti
  3. Yonif 123/Rajawali
  4. Yonif 125/Simbisa
  5. Yonif 126/Kalacakti
  6. Yonif 131/Braja Sakti
  7. Yonif 132/Bima Sakti
  8. Yonif 133/Yudha Sakti
  9. Yonif 134/Tuah Sakti

Detasemen yang ada:

  1. Den Zipur 2 Padang Mengatas
  2. Den Rudal 2 di Dumai

Kompi yang ada:
  1. Kompi Kavaleri Serbu di Pekanbaru

Sementara itu, Kodam I/Bukit Barisan juga mempunyai satuan Berdiri Sendiri yang terdiri dari:

  1. Rindam I/BB
  2. Kodim 0201/BS
  3. Yonif 100/Raiders
  4. Yonkav 6/Serbu Naga Karimata
  5. Yonzipur 1/Dhira Dharma
  6. Yonarmed 2/105 Kilap Sumagan
  7. Yon Arhanudse 11/BS
  8. Yon Arhanudse 13

Pejabat Pangdam

  1. Letjen TNI Djamin ginting Pangdam pertama
  2. Mayor TNI Pohan (1945 - 1949)
  3. Brigjen TNI Sarwo Edhie Wibowo
  4. Brigjen TNI Leo Lopulisa
  5. Brigjen TNI Yasir Hadibroto (1972-1973)
  6. Brigjen TNI Sukoco
  7. Brigjen TNI Muhammad Ismail (1977-1980)
  8. Mayjen TNI Edi Sudradjat (1981 - 1983)
  9. Mayjen TNI Harsudiyono Hartas (1983-1985)
  10. Mayjen TNI Soeripto (1985 - 1986)
  11. Mayjen TNI Djarot Supadmo (1986)
  12. Mayjen TNI Ali Geno (1986-1987)
  13. Mayjen TNI Asmono (1987-1988)
  14. Mayjen TNI Djoko Pramono (1988-1990)
  15. Mayjen TNI R. Pramono (1990-1993)
  16. Mayjen TNI Albertus Pranowo (1993-1994)
  17. Mayjen TNI Arie Jeffry Kumaat (1994 - 1995)
  18. Mayjen TNI Sedaryanto (1995-1997)
  19. Mayjen TNI Tengku Rizal Nurdin (1997 - 1998)
  20. Mayjen TNI Ismed Yuzairi Chaniago (1998-1999)
  21. Mayjen TNI Abdul Rahman Gaffar (1999)
  22. Mayjen TNI Affandi (1999 - 2000)
  23. Mayjen TNI I Gde Purnama (2002 - 2003)
  24. Mayjen TNI Idris Gassing (2003 - 2004)
  25. Mayjen TNI Tri Tamtomo (2004 - 28 November 2005)
  26. Mayjen TNI Lilik AS Sumaryo (28 November 2005 - 28 November 2006)
  27. Mayjen TNI Johannes Suryo Prabowo (28 November 2006- 18 Desember 2007)
  28. Mayjen TNI Markus Kusnowo (18 Desember 2007 - 3 November 2008)
  29. Mayjen TNI Burhanuddin Amin (3 November 2008 - Januari 2010)
  30. Mayjen TNI M Noer Muis (Januari 2010 - Juni 2010)
  31. Mayjen TNI Leonardus JP Siegers (Juni 2010 - 2011)
  32. Mayjen TNI Lodewijk Freidrich Paulus (2011 - sekarang)


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Komando_Daerah_Militer_I/Bukit_Barisan

Koramil

Komando Rayon Militer atau biasa juga disebut Koramil adalah satuan tingkat kecamatan dari TNI yang langsung berhubungan dengan pejabat dan masyarakat sipil. Pemimpinnya adalah Komandan Rayon Militer (Danramil)

Tugas Pokok

Dalam upaya pertahanan keamanan, Tentara Nasional Indonesia menganut doktrin Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) yang merupakan upaya pengerahan seluruh kekuatan nasional untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara serta mengamankan segala usaha untuk mencapai tujuan nasional. Sebagai Komando Teritorial pada tingkat yang paling rendah yaitu di kecamatan, Komando Rayon Militer (Koramil) mempunyai peran yang sangat penting yaitu sebagai ujung tombak pelaksanaan Sishankamrata itu.

Di dalam kerangka Sishankamrata itu (berdasarkan UU no 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dinamakan Siatem Pertahanan Semesta), Koramil mempunyai tugas pokok menyelenggarakan Pembinaan Teritorial dan Perlawanan Rakyat yang meliputi pembinaan geografis, demografis dan kondisi sosial dalam rangka menciptakan Ruang, Alat dan Kondisi Juang yang tangguh di daerahnya untuk kepentingan Pertahanan Keamanan Negara (Hankamneg).

Sejarah

Pada tahun 1950an, peran ini dilakukan oleh BODM (Bintara Onder Distrik Militer) dan pada tahun 1960an disebut Puterpra/Buterpra (Perwira/Bintara Urusan Teritorial dan Perlawanan Rakyat)

Fungsi

Untuk menyelanggarakan tugas pokok itu Koramil mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut:
  1. Fungsi Utama
    • Pembinaan Teritorial
    • Perlawanan Rakyat
  2. Fungsi Organik Militer
    • Aspek Medan
    • Hansip-Wanra dan peran serta masyarakat dalam bela negara
    • Logistik Wilayah
    • Keamanan dan Ketahanan Wilayah
  3. Fungsi Organik pembinaan
    • Perencanaan
    • Pelaksanaan
    • Pengendalian dan pengawasan

Tugas-Tugas Komando Rayon Militer
(Perkasad/19/IV/2008 Tanggal 8 April 2008)

Tugas Pokok Koramil.

Koramil bertugas pokok menyelenggarakan pembinaan kemampuan dan kekuatan, menyelenggarakan Pembinaan Teritorial untuk menyiapkan wilayah pertahanan di darat dan menjaga keamanan wilayahnya dalam rangka mendukung tugas pokok Kodim. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Koramil menyelenggarakan tugas melaksanakan fungsi utama, fungsi organik Militer dan fungsi organik pembinaan.

Tugas (melaksanakan Fungsi Utama)
a. Pertempuran.
  • Pembinaan Ruang Pertempuran. Memelihara daerah operasi pertempuran yang ada di wilayahnya guna mendukung pelaksanaan tugas pokok Kodim.
  • Pembinaan Kesiapan Operasi. Memelihara kemampuan rakyat terlatih yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan OMP dan OMSP.
b. Pembinaan Teritorial.
  • Memelihara data-data atau keterangan tentang geografi, demografi dan kondisi sosial yang ada di wilayah guna mendukung pelaksanaan sistem pertahanan.
  • Menciptakan keinginan rakyat untuk bersama-sama melaksanakan perlawanan rakyat dalam mempertahank an wilayahnya.

Tugas (melaksanakan Fungsi Organik Militer).
Meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan di bidang intelijen, operasi, personel, logistik, teritorial, perencanaan serta pengawasan dan pemeriksaan dalam rangka mendukung tugas pokok Koramil.

Tugas (melaksanakan Fungsi Organik Pembinaan).
Meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan di bidang latihah dalam rangka mendukung tugas pokok Koramil.

Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab
(Perkasad /19/IV/2008 Tanggal 8 April 2008)

Tugas dan Tanggung Jawab Danramil
a. Danramil dijabat oleh seorang Pama Angkatan Darat berpangkat Kapten, dengan tugas kewajiban sebagai berikut :
  • Memimpin dan mengendalikan semua usaha, pekerjaan serta kegiatan yang dilaksanakan oleh anggotanya sesuai dengan tugasnya.
  • Membuat rencana kegiatan pembinaan sesuai lingkup tugas dan tanggung jawab satuannya.
  • Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait dalam lingkup wilayah tugas dan tanggung jawabnya.
  • Melaksanakan pembinaan kemampuan dan mental serta peningkatan kesejahteraan, moril, hukum, disiplin dan tata tertib satuan.
  • Melaksanakan Pembinaan Teritorial dan perlawanan rakyat sesuai rencana kerja Dandim.
  • Melaksanakan pendataan geografi, demografi dan kondisi sosial serta meme-liharanya untuk kepentingan perlawanan wilayah.
  • Melaporkan setiap perkembangan situasi dan kondisi wilayah kepada Dandim.
b. Danramil dalam melaksanakan tugas kewajiban bertanggung jawab kepada Dandim.

Tugas dan Tanggung Jawab Bati Tuud.
a. Bati Tuud dijabat oleh seorang Bati Angkatan Darat berpangkat Pembantu Letnan, merupakan unsur pelayanan Danramil, dengan tugas dan kewajiban sebagai berikut :
  • Membuat rencana kegiatan ketatausahaan dan urusan dalam sesuai lingkup tugas dan tanggung jawab yang akan dilaksanakan.
  • Membina dan memelihara serta melaporkan perubahan/perkembangan data teritorial Koramil.
  • Melaksanakan kegiatan administrasi dan urusan dalam Makoramil.
  • Melaksanakan dan memelihara komumkasi antar Koramil, dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Kodim.
  • Melaksanakan administrasi peningkatan keterampilan, kemampuan, moril dan disiplin personel Koramil.
b. Bati Tuud dalam melaksanakan tugas kewajiban bertanggung jawab kepada Danramil.

Tugas dan Tanggung Jawab Bamin Komsos.
a. Bamin Komsos dijabat oleh seorang Ba Angkatan Darat berpangkat Sersan Mayor, merupakan pembantu Danramil, dengan tugas kewajiban sebagai berikut:
  • Membuat rencana kegiatan Komunikasi Sosial meliputi, pemilihan sasaran/obyek, penentu bentuk-bentuk Komunikasi Sosial, penentu waktu dan tempat sesuai lingkup tugas dan tanggung jawabnya.
  • Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Komunikasi Sosial di wilayah dengan Instansi terkait sesuai stratanya.
  • Mengawasi pelaksanaan Komunikasi Sosial di wilayahnya.
  • Mencatat fakta/data dan perkembangan aktual yang ditemukan pada proses Komunikasi Sosial.
  • Mencatat pendapat perorangan/kelompok dan umum tentang kesan yang ditimbulkan oleh adanya kegiatan Komunikasi Sosial.
  • Memantau perubahan sikap dan tingkah laku komunikasi baik secara perorangan maupun kelompok dan pesan Komsos yang telah disampaikan.
  • Mempelajari dan menguasai kondisi lingkungan yang ada di masyarakat guna menyesuaikan kegiatan Komsos.
  • Membuat laporan pelaksanaan kegiatan Komunikasi Sosial di wilayah Koramil.
b. Bamin Komsos dalam melaksanakan tugas kewajiban bertanggung jawab kepada Danramil.

Tugas dan Tanggung Jawab Bamin Bakti TNI.
a. Bamin TNI dijabat oleh seorang Ba Angkatan Darat berpangkat Sersan Mayor, merupakan pembantu Danramil, dengan tugas kewajiban sebagai berikut
  • Membantu pembuatan rencana kegiatan Bakti TNI yang dilaksanakan oleh Kodim dalam penentuan sasaran (fisik dan non fisik) di wilayah tugas tanggung jawab Koramil.
  • Menyusun rencana kegiatan Bakti TNI di wilayah Koramil.
  • Mengkoordinasikan kegiatan Bakti TNI dengan aparat terkait sesuai dengan stratanya.
  • Menyusun laporan kegiatan Bakti TNI yang dilaksanakan di wilayah Koramil.
b. Bamin Bakti TNI dalam melaksanakan tugas kewajiban bertanggung jawab kepada Danramil.

Tugas dan Tanggung Jawab Bamin Wanwil.
a. Bamin Wanwil dijabat oleh seorang Ba Angkatan Darat berpangkat Sersan Mayor, merupakan pembantu Damamil, dengan tugas kewajiban sebagai berikut :
  • Membuat rencana kegiatan Pembinaan Perlawanan Wilayah sesuai lingkup tugas dan tanggung jawab yang akan dilaksanakan.
  • Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda guna pelaksanaan kegiatan pembinaan bela negara yang meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara serta wawasan kebangsaan.
  • Melaksanakan pencatatan terhadap hasil kegiatan Pembinaan Perlawanan Wilayah di wilayahnya.
  • Membuat laporan hasil pelaksanaan kegiatan Pembinaan Perlawanan Wilayah yang dilakukan oleh anggota Koramil kepada Danramil.
b. Bamin Wanwil dalam melaksanakan tugas kewajiban bertanggung jawab kepada Danramil.

Tugas dan Tanggung Jawab Babinsa.
a. Babinsa dijabat oleh seorang Ba/Ta Angkatan Darat berpangkat Kopral Satu sampai dengan Sersan Mayor merupakan pelaksana Koramil, dengan tugas kewajiban sebagai berikut:
  • Melaksanakan Pembinaan Teritorial sesuai petunjuk Danramil.
  • Melaksanakan pengumpulan dan pemeliharaan data geografi, demografi, kondisi sosial dan potensi nasional meliputi SDM, SDA/SDB serta sarana dan prasarana di wilayahnya.
  • Memberikan informasi tentang situasi dan kondisi wilayah bagi pasukan yang bertugas di daerahnya.
  • Melaporkan perkembangan situasi kepada Danramil pada kesempatan pertama.
b. Babinsa dalam melaksanakan kewajibannya bertanggung jawab kepada Danramil.

Struktur Organisasi Koramil

SEJARAH KODIM 0308 PARIAMAN

SEJARAH KODIM 0308/PARIAMAN

1.      Latar belakang Pembentukan

a. Tahun 1955.
1) Atas Perintah Komandan Resimen IV Infanteri TT ( Teritorium ) I Bukit Barisan Letkol Inf Ahmad Hosen dibentuklah sebuah Komando Kedaerahan dengan nama KDM (Kedaerahan Distrik Militer ) 27 yang berkedudukan di Kab. Padang Pariaman, atas Koordinasi dengan Pemerintahan Kab. Padang Pariaman didirikanlah KDM 27 di Samping Komplek Kantor Bupati Padang Pariaman Jln. Mohd. Syafei No.10. Selesai pembangunan Tahun 1956 yang diresmikan Oleh Komandan Resimen IV Infanteri TT  I Bukit Barisan Letkol Inf Ahmad Hosen Tanggal 18 Maret 1956 dan ditetapkanlah sebagai hari jadi KDM 27.

2) Organisasi KDM 27 merupakan penggabungan dari 8 daerah teritorium yang terdiri dari 8 Daerah Teritorium Darat, sedangkan Daerah Teritorium di Kepulauan Mentawai masuk wilayah Teritorium Kodim 0312/Padang untuk Pemerintah Daerahnya masuk ke Pemerintah Daerah Kab.Padang Pariaman. Masing-masing Daerah Teritorium di pimpin Oleh Puterpra ( Perwira Urusan Teritorium Daerah ) dan Buterpra ( Bintara Urusan Teritorium Daerah ) Daerah yang dipimpin oleh Perwira disebut Puterpra type A dan yang dipimpin oleh Bintara disebut Buterpra type B dengan susunan Formasi yang berkekuatan 100 orang dengan Komposisi sebagai berikut :                 
a) Markas KDM  27
b) Puterpra Pariaman
c) Puterpra Lubuk Alung
d) Puterpra 2 x 11 Enam Lingkung Sicincin
e) Puterpra VII Koto Sungai Sarik
f)  Buterpra Sungai Limau
g) Buterpra Sungai Geringging
h) Buterpra Nan Sabaris Pauh Kambar
b. Tahun 1957 KDM 27 dirubah namanya menjadi DM ( Distrik Militer ) sedangkan Pejabatnya disebut PDM ( Perwira Distrik Militer ) dan sewaktu perang PRRI meletus tahun 1958 nama DM ( Distrik Militer ) dirobah menjadi  TOR DIM ( Sektor Distrik Militer ) yang di Komandoi oleh Komandan Batalyon 446 Mayor Inf J. Oetomo yang mencakup wilayah Padang Pariaman, Lubuk Basung ( sekarang Agam ), dan sebagian wilayah Lubuk Begalung, Teluk Bayur, Bungus Teluk Kabung yang sekarang masuk wilayah Kota Padang.

2.       Pemrakarsa
a.  Pada tanggal 10 Agustus 1961 atas petunjuk Komando Daerah Militer III / 17 Agustus TOR DIM dirubahlah namanya menjadi Kodim  0308/Padang Pariaman dan diperintahkanlah Mayor Inf J. Oetomo sebagai Komandan Kodim 0308/Padang Pariaman Pertama sampai akhir tahun 1961 dan ditetapkanlah pada tanggal 10  Agustus 1961 sebagai hari jadi  Kodim 0308/Pd. Pariaman.
b. Pada Tahun 1975 Jabatan Puterpra dan Buterpra dirubah menjadi Jabatan Komandan Komando Rayon Militer ( Dan Ramil )              

3.       Proses Pembentukan
 a.         Pada Tahun 1981 dibangunlah Markas Kodim 0308/Padang Pariaman di Desa Toboh Palabah Kec. Nan Sabaris ( Sekarang Kec. Pariaman Selatan ) Jln. Imam Bonjol  No. 55 dan diresmikanlah pemakaian bangunan Markas Kodim 0308/Padang Pariaman pada tanggal 11 Desember 1982 oleh Pangdam III/17 Agustus Brigjen TNI Sarwono. 
b.         Pada Tahun 1986 Kodim 0308/Padang Pariaman di tambah dari  8 Koramil menjadi 12 Koramil yang terdiri dari 8 Koramil Darat, 4 Koramil di Kepulauan Mentawai dengan Komposisi sebagai berikut : 
1)    Makodim 0308/Padang Pariaman
2)    Koramil – 01/ Pariaman
3)    Koramil – 02/ Sungai Limau  
4)    Koramil – 03/ Sungai Sarik
5)    Koramil – 04/ Sicincin
6)    Koramil – 05/ Lubuk Alung
7)    Koramil – 06/ Kampung Dalam
8)    Koramil – 07/ Pauh Kambar
9)    Koramil – 08/ Sungai Geringging
10)  Koramil – 09/ Muara Siberut Kepulauan Mentawai
11)  Koramil – 10/ Muara Sikabaluan Kepulauan Mentawai
12)  Koramil – 11/ Sipora Kepulauan Mentawai
13)  Koramil – 12/ Muara Sikakap Kepulauan Mentawai
c.      Dengan berlakunya Undang-undang No 49 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai maka Wilayah Terirorial Kodim 0308/Padang Pariaman menjadi 2 (Dua) Pemerintahan Daerah yaitu Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. 
d.        Pada Tahun 2002 dengan diberlakukannya Undang-undang No 12 Tahun 2002 tentang pembentukan Kota Pariaman maka Wilayah Teritorial Kodim 0308/Padang Pariaman berubah lagi menjadi 3 ( Tiga ) Pemerintahan Daerah yakni 2 ( Dua ) Kabupaten dan 1 ( Satu ) Kota. yaitu Kabupaten Padang Pariaman,Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kota Pariaman.

e.         Pada tahun TA. 2004 berdasarkan Program kerja Kodam I/BB TA. 2004 bidang logistik, khususnya tentang Pengembangan gelar satuan Kowil antara lain pembentukan Koramil Batang Anai Kodim 0308/Padang Pariaman yang dijadikan Program kerja Korem 032 / Wirabraja TA. 2004 bidang logistik,  maka dibangunlah Mako Ramil Batang Anai yang Berlokasi di Korong Apar Kenagarian Sungai Buluh Kecamatan Batang Anai dan Selesai dibangun 08 April 2005 dan di organisir sesuai dengan Surat Perintah Pangdam I/BB Nomor Sprin / 391/ IV/ 2005 tanggal 15 April 2005, tentang segera memanfaatkan bangunan yang telah selesai dibangun di satuan Kodim 0308/Padang Pariaman pengadaan program TA. 2005 dengan nama Koramil – 13 Batang Anai yang dijabarkan melalui  Surat Perintah Komandan Kodim 0308/ Padang Pariaman Nomor Sprin / 79 / V / 2005

f.     Dengan adanya Koramil – 13 / Batang Anai yang diresmikan pada tahun 2005 maka jumlah Koramil Jajaran Kodim 0308/Padang Pariaman menjadi 13 Koramil dengan Komposisi sebagai Berikut :
1)        Koramil – 01 / Pariaman
2)        Koramil – 02 / Sungai Limau
3)        Koramil – 03 / Sungai Sarik
4)        Koramil – 04 / Sicincin
5)        Koramil – 05 / Lubuk Alung
6)        Koramil – 06 / Kampung Dalam
7)        Koramil – 07 / Pauh Kambar
8)        Koramil – 08 / Sungai Geringging
9)        Koramil – 09 / Siberut
10)      Koramil – 10 / Sikabaluan
11)      Koramil – 11 / Sipora
12)      Koramil – 12 / Sikakap
13)      Koramil – 13 / Batang Anai
g.         Setelah adanya Kabupaten Baru di Kepulauan Mentawai dan berdirinya Makodim 0319/Mentawai pada tahun 2006 maka jumlah Koramil Kodim 0308/Pariaman yang semula 13 Koramil sekarang menjadi 9 Koramil dengan komposisi sebagai berikut :
1)        Koramil – 01 / Pariaman
2)        Koramil – 02 / Sungai Limau
3)        Koramil – 03 / Sungai Sarik
4)        Koramil – 04 / Sicincin
5)        Koramil – 05 / Lubuk Alung
6)        Koramil – 06 / Kampung Dalam
7)        Koramil – 07 / Pauh Kambar
8)        Koramil – 08 / Sungai Geringging
9)        Koramil – 09 / Batang Anai
4.         Kondisi Awal        
a.     Bangunan Makodim ( dulunya KDM 27 ) pada tahun 1955 masih menempati bangunan peninggalan zaman belanda yang berada di Komplek Kantor Bupati Padang Pariaman Jln. Mohd. Syafei No.10 sedangkan kondisi bangunan terbuat dari batu ( permanen)
b.       Bangunan Makoramil yang ada dijajaran Kodim ( dulunya KDM 27 ) dibangun umumnya Swadaya sementara tanahnya, ada yang Hibah dan ada yang dibeli sedangkan kondisi bangunan terbuat dari kayu. 
c.         Kendaraan . Kendaraan operasional Kodim ( dulunya KDM 27 ) menggunakan jeep tahun 50an dan sepeda serta prasarana lainnya masih sangat sederhana.
5.         Pimpinan Satuan

-           Komandan Kodim
a)       Dandim  ke – I Mayor Inf  J. Oetomo                          (1961 s/d akhir 1961)

b)       Dandim  ke – II Mayor Inf  Sudarsono                         (1961 s/d 1964)

c)       Dandim  ke – III Letkol Inf  Muhammad Nur              (1964 s/d 1965)

d)       Dandim  ke – IV Letkol Inf  Slamet Sirwanto              (1965 s/d 1967)

e)       Dandim  ke – V Letkol Inf  A. Santoso                        (1967 s/d 1969)

f)        Dandim  ke – VI Letkol Inf  Selamat Jaya                   (1969 s/d 1971)
g)       Dandim  ke – VII Letkol Inf  Karjono                          (1971 s/d 1974)

h)       Dandim  ke – VIII Letkol Inf  M. Zein Khatib             (1974 s/d 1975)

i)        Dandim  ke – IX Letkol Inf  Rusli                                (1975 s/d 1977)

j)        Dandim  ke – X Letkol Inf  Suroso                               (1977 s/d 1979)

k)       Dandim  ke – XI Letkol Inf  Osep Saefullah                 (1979 s/d 1981) 

l)        Dandim  ke – XII Letkol Inf  Wahyu Hamijaya            (1981 s/d 1983)

m)      Dandim  ke – XIII Letkol Inf  Imam Nur Iman             (1983 s/d 1985)

n)       Dandim ke – XIV Letkol Inf Soemiarso                        (1985 s/d 1987)

o)       Dandim ke – XV Letkol Inf Surya Warsilah                  (1987 s/d 1992)

p)       Dandim ke – XVI Letkol Inf Djumiran                          (1992 s/d 1994)

q)       Dandim ke – XVII Letkol Inf Jafar Karim                     (1994 s/d 1997)

r)        Dandim ke – XVIII Letkol Inf Sentot Yuswandhono     (1997 s/d 1999)

s)        Dandim ke – XIX Letkol Art Aris Munandar R .S.IP    (1999 s/d 2000)

t)        Dandim ke – XX Letkol Inf Budi Haryanto                   (2000 s/d 2001)

u)       Dandim ke – XXI Letkol Inf Ahatur Ritonga                 (2001 s/d 2002)

v)       Dandim ke – XXII Letkol Inf Drs.Gatot Soendjoto       (2002 s/d 2005)

w)      Dandim ke – XXIII Letkol Art Nandang Iskandar         (2005 s/d  2006)
x)       Dandim ke – XXIV Letkol Inf Ibrahim pulungan          (2006 s/d 2007)

y)       Dandim ke – XXV Letkol Arh H. Suhardono                (2007 s/d 2011)

z)       Dandim ke – XXVI Letkol Inf Tatan Ardianto               (2011 s/d 2011)

a1)     Dandim ke – XXVII Letkol Arm Nursamsudin              (2011 s/d 2014)
a2)     Dandim ke – XXVIII Letkol Inf Persada Alam              (2014 s/d sekarang)
          a3)     Dandim ke-XXIX Letkol Arh Endro Nurbantoro
     
          a4)     Dandim ke - XXX Letkol Arh Hermawansyah, S.I.P

          a5)     Dandim ke-XXXI Letkol Arm Heri Pujiyanto, S.Sos

          a6)     Dandim ke-XXXII Letkol Czi Titan Jatmiko  (5 Agustus 2020 s/d sekarang)

PENGABDIAN   

6.         Tugas Operasi Militer Untuk Perang.

a.         Tahun 1958 melaksanakan tugas Keamanan Pergolakan PRRI.
b.         Tahun 1965 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan Tugas Operasi Pemberantasan Gestapu ( disebut PKI ).
c.         Tahun 2003 Penugasan sebagian Pama sebagai Camat di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
d.         Tahun 2004 penugasan Pa BKO di Kodam Iskandar Muda sebagai Tim Interogator didaerah Rawan Aceh.
e.         Tahun 2004 BP 1 (satu) orang Ke Yonif 131/BRS untuk melaksanakan Tugas ke daerah rawan Aceh An. Serda Deni Marhayuri Nrp 21010025960382 Babinsa Ramil – 02 / Sungai Limau Kodim 0308 / Padang Pariaman sesuai Sprin Komandan Korem 032 / Wirabraja Nomor Sprin / 214 / V / 2004 tanggal 10 Mei 2004, tentang perintah BP ke Yonif 131 / BRS untuk melaksanakan tugas ke daerah rawan Aceh

7.         Tugas Operasi Militer Selain Perang.
a.         Tahun 1960 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung dalam rangka pemilu 1960 didaerah Kab. Padang Pariaman.
b.         Tahun 1967 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung dalam rangka pemilu 1967 didaerah Kab. Padang Pariaman.
c.         Tahun 1972 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung dalam rangka pemilu 1972 didaerah Kab. Padang Pariaman.
d.         Tahun 1977 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung dalam rangka pemilu 1977 didaerah Kab. Padang Pariaman.
e.         Tahun 1981 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan Tugas AMD Ke IV di Nagari Sunur Kec. Nan Sabaris Kab. Padang Pariaman.
f.          Tahun 1982 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung dalam rangka pemilu 1982 didaerah Kab. Padang Pariaman.
g.         Tahun 1983 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan Tugas AMD Ke XI di Nagari Parit Malintang Kec. 2 x 11 Enam Lingkung Sicincin Kab. Padang Pariaman
h.         Tahun 1986 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan Tugas AMD Ke XVI di Nagari Sikabu Kec. Lubuk Alung  Kab. Padang Pariaman.
i.          Tahun 1987 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung dalam rangka pemilu 1987 didaerah Kab. Padang Pariaman.
j.          Tahun 1989 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan Tugas AMD Ke XXX di Desa Kampung Dadok Kec. Sungai Geringging Kab. Padang Pariaman
k.         Tahun 1991 Kodim 0308 / Padang Pariaman melaksanakan AMD ke XXXV di Desa Kudu Ganting Kec. V Koto Kampung Dalam Kab. Padang Pariaman
l.          Tahun 1992 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan Tugas AMD Ke XLII di Nagari Padang Sago Kec. VII Koto Sungai Sarik Kab. Padang Pariaman
m.        Tahun 1992 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung dalam rangka pemilu 1992 didaerah Kab. Padang Pariaman.
n.         Tahun 1994 Kodim 0308 / Padang Pariaman melaksanakan AMD ke XLIX di Nagari Padang Alai Kec. V Koto Kampung Dalam Kab. Padang Pariaman
o.         Tahun 1997 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung dalam rangka pemilu 1997 didaerah Kab. Padang Pariaman.
p.         Tahun 1998 Kodim 0308 / Padang Pariaman melaksanakan AMD Ke LVII di Desa Gasan Gadang Kec. Sungai Limau Kab. Padang Pariaman
q.         Tahun 1999 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung dalam rangka pemilu 1999 didaerah Kab. Padang Pariaman dan Kab.Kep.Mentawai.
r.           Tahun 2000 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan Tugas TMMD Ke LXV
di Desa Balah Air Kayu Tanam Kec. 2 X 11 Kayu Tanam Kab. Padang Pariaman
s.          Tahun 2001 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung dalam rangka pemilu 2001 didaerah Kab. Padang Pariaman.
t.          Tahun 2002 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan Tugas TMMD Ke LXIX di Desa Taikako Kec. Pagai Utara Selatan Kab. Kepulauan Mentawai
u.         Tahun 2003 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung dalam rangka Kunjungan Presiden RI didaerah Kab. Padang Pariaman.
v.         Tahun 2004 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung dalam rangka pemilu 2004 didaerah Kab. Padang Pariaman,Kab.Kep Mentawai dan Kota Pariaman.
w.        Tahun 2005 Kodim 0308/Pd. Pariaman melaksanakan pengamanan Pilkada untuk Pemilihan Gubernur dan Bupati didaerah Kab. Padang Pariaman, Kab. Mentawai dan Kota Pariaman.
x.         Tanggal 25 Agustus 2005 Kodim 0308/Pd.Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung  kunjungan Presiden RI didaerah Kab.Padang Pariaman dalam rangka peresmian Bandara Internasional Minangkabau.
y.         Taanggal 30 November 2005 Kodim 0308/Pd.Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung  kunjungan Ibu Hj. Mufidah Yusuf Kalla didaerah Kab.Padang Pariaman dalam rangka pencanangan PIN.
z.         Tanggal 12 Desember 2005 Kodim 0308/Pd.Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung  kunjungan Kerja Wakil Presiden RI Bapak Yusuf Kalla didaerah Kab.Padang Pariaman.
a1.       Tanggal 11 s/d 14 Januari 2006 Kodim 0308/Pd.Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung  kunjungan Kerja Presiden RI dan Perdana Menteri Malaysia  dalam rangka hubungan Kerja sama Indonesia dan Malaysia didaerah Kab.Padang Pariaman.
b1.       Tanggal 18 s/d 19 Desember 2006 Kodim 0308/Pd.Pariaman melaksanakan pengamanan tidak langsung  kunjungan Kerja Presiden RI beserta rombongan di Desa Parit Malintang Kec. Enam Lingkung Kab. Padang Pariaman dalam rangka peresmian pencangan pemberantasan kemiskinan dan Kakou.
c1.       Tugas Operasi Bhakti. Sejak tahun 1961 Kodim 0308/Pd. Pariaman sudah melaksanakan Tugas Operasi Manunggal TMMD sebanyak 12 kali dan Bhakti TNI sebanyak 45 kali.
d1.       Tahun 2007 Kodim 0308 / Padang Pariaman melaksanakan TMSS Kec. V Koto Timur Kampung Dalam Kab. Padang Pariaman
e1.       Tahun 2007 Kodim 0308/Prm membantu penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi di Padang Pariaman.
f1.        Tahun 2009 Kodim 0308/Prm membantu penanggulangan Bencana Alam gempa bumi di padang Pariaman.           
g1.       Tahun 2010 Kodim 0308/Prm melaksanakan TMMS di V Koto Kampung Dalam Padang Pariaman.
h1.       Tahun 2010 Kodim 0308/Prm melaksanakan TMMD di Nagari Sungai Asam  2 x 11 Enam Lingkung Kec. Sicincin Kab. Padang Pariaman.

 8.     Tugas Internasional.

          - Nihil

PENUTUP

      Demikianlah Sejarah Satuan ini dibuat agar dapat dijadikan referensi dalam pengembangan dan perjalanan satuan dimasa-masa yang akan datang serta diharapkan dapat menumbuh kembangkan kecintaan dan rasa memiliki pada satuan.

admin

Top